BRMP Bali Tampilkan Hasil Pengembangan Pertanian Organik di Kegiatan Diseminasi BRIDA
Bali, 15 Desember 2025 – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Hasil-Hasil Riset dan Kelitbangan Tahun 2024–2025. Acara yang berlangsung di kantor Bappeda Bali ini dihadiri oleh kepala OPD dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Kepala BRIDA Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos, M.H., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya publikasi dan sinergi hasil riset yang berkontribusi bagi pembangunan Bali. “Sejak tahun 2022 hingga 2025, BRIDA telah bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam 26 kegiatan kajian. Hari ini, enam hasil kajian akan didiseminasikan agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mencermati dan mengimplementasikannya secara nyata,” ujarnya. Dr. Wica berharap kegiatan sosialisasi ini dapat terus berlanjut dan berdampak langsung di tingkat masyarakat.
Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP, memaparkan hasil pengembangan pertanian organik melalui inovasi teknologi, khususnya pada budidaya padi. Menurutnya, meski implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik masih berjalan terbatas dengan hanya 31,03% sertifikat organik yang aktif, potensi pasar padi organik Bali sangat menjanjikan, mencapai 6 ton per minggu untuk varietas khusus.
“Permasalahan yang dihadapi meliputi menurunnya kesuburan lahan sawah, stagnasi produktivitas padi, alih fungsi lahan seluas 3.038 hektar antara 2022–2024, serta tingginya biaya pestisida. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usahatani melalui perbaikan kesuburan lahan, pengembangan varietas padi khusus, pendampingan kolaboratif hulu-hilir, dan inovasi seperti penggunaan drone untuk menarik generasi muda,” jelas Dr. Rai Yasa.
Pada kegiatan tahun 2024, BRMP Bali mengembangkan demplot seluas 10 hektar di Subak Jaka dan Mangesta, Tabanan, dengan varietas unggu baru (VUB) Arumba dan Baroma. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pertanian organik mampu meningkatkan kualitas tanah (C organik, fosfor, kalium, pH) dan biodiversitas ekosistem sawah. Meskipun produktivitas belum meningkat signifikan, pendapatan petani bertambah berkat penggunaan varietas padi khusus yang memiliki nilai jual tinggi.
Kegiatan ini juga menghadirkan penyampaian hasil kajian dari perguruan tinggi ternama di Bali, seperti UNHI, UNUD, dan UNDIKNAS, yang turut menyampaikan hasil kajiannya.